VENOM CITY


On the death of winter and the fairy promises.

Where everything begins,

Name.Alexej Denisov
Birth.Novosibirsk, 25 December
Gender.Male
Relatives.?
Origin.Russian
Age.40
Symbolise.Kraken (means intuition)
Likes.Cigar
Dislikes.Singing, backache
Occupation.Mayor of Venom, Military Police Corps (formerly)
Hobby.Collecting sneakers, shooting sports

Lahir di Novosibirsk, Rusia, lalu pindah ke Venom ketika ia berusia tujuh bersama dengan ibunya, Anastasia Romanova, demi mencari pekerjaan dan kehidupan yang lebih baik. Karena itu, ia telah memahami kurang lebih seluruh seluk-beluk kota semasa hidupnya.

Alexej merupakan pribadi yang idealis dan senang bertukar pikiran di luar perawakannya yang dingin dan sangat jarang tersenyum. Ia memiliki sifat yang kaku, keras kepala, tidak suka diatur, serta arogan; sebab ia merasa mampu dengan segala kemampuan yang ia punya. Jalan pikirnya sedikit sulit diterka, pun tidak banyak orang yang dapat mengulik masa lalu dan sepak terjangnya yang sebenarnya. Ia memulai karirnya dari bawah, menekuni pekerjaan sebagai polisi muda, dan berkat ketertarikannya terhadap penegakan keadilan dan politik pemerintahan, menekuni karirnya sampai mendapatkan dukungan untuk masuk ke dalam pemerintahan.

Eyes.Pale Blue
Hair.Black
Height.190cm
Weight.83kg
Name.Giotto Genovese
Birth.Sienna, 1 May
Gender.Male
Relatives.?
Origin.Italy
Age.27
Symbolise.Viper (means cunning)
Likes.Alcohol, cat
Dislikes.Unloyal people
Occupation.Deputy of Spades, Military Army (formerly)
Hobby:Riding

Giotto Genovese dikenal di banyak kalangan sebagai orang yang lihai dalam dua hal; pertarungan tangan kosong, maupun mencairkan suasana. Meskipun memiliki garis wajah yang kaku, tetapi pada kenyataannya ia adalah pemuda tampan yang gemar bersosialisasi. Ia datang ke kota sebagai anak terlantar yang diberi tempat tinggal di panti asuhan, lalu melarikan diri ketika usia 17 tahun.

Kehidupannya ada di jalan raya, demikian juga ketertarikan utamanya terhadap otomotif dan gemerlap lampu sorot di kala malam. Tidak jarang ia dipanggil burung hantu oleh orang-orang. Giotto merupakan sosok yang sangat setia terhadap seseorang atau suatu instansi yang mempekerjakannya. Meski di satu sisi, Giotto punya sifat yang mudah bosan terhadap sesuatu yang dilakukan, sehingga ia sering mencoba hal lain untuk mendapatkan kembali motivasi di dalam diri. Sayangnya, ia jarang memikirkan dampak dari hal-hal tersebut sehingga seringkali sembrono dalam melakukan sesuatu. Bahkan yang lebih menyusahkannya lagi, ia sulit puas dengan segala hal.

Eyes.Gold
Hair.Black
Height.185 cm
Weight.70 kg
Name.Argeno Romaneas
Birth.Venom City, 17 July
Gender.Male
Relatives.House of Romaneas
Age.25
Symbolise.Phoenix (means selfless)
Likes.Poems, cooking, herbal plants
Dislikes.Sweet foods, heat
Occupation.Deputy of Hearts, Botanist (formerly)
Hobby.Planting, reading, playing harmonica

Perawakannya tampak lebih menonjol dibandingkan orang-orang di sekitarnya, terlebih dengan warna rambut dan bekas luka di wajahnya, membuat sosok Argeno Romaneas menjadi lebih spesial di hati orang-orang. Tentu itu tidak menjadikannya halangan untuk berbuat hal-hal yang berdampak besar dan bermanfaat terhadap lingkungannya.

Argeno memang tidak punya banyak hal tentang dirinya yang bisa diceritakan—entah memang itu yang ia inginkan, atau kehidupannya sebelum menjadi dewan hanyalah terlalu membosankan. Ia merupakan anak dari seorang jaksa terkemuka bernama Antonio Romaneas dan hidup serba berkecukupan di Distrik Hearts. Tapi berkat kedermawanan dan pesona hangat yang dimiliki, Argeno menjadi primadona sehingga kebaikannya pun tersebar seantero kota. Harapannya selalu positif dan berprasangka baik. Kesenangannya tidak pernah jauh dari bertanam dan taman-taman indah, ketenangan batin dengan bermain alat musik, dan bacaan terutama buku kuliner. Mungkin, kau merasa cukup mudah untuk berteman dengannya. Namun, apa kau pernah berpikir apabila Argeno juga merasakan hal yang sama?

Eyes.Grayish-Purple
Hair.White
Height.180cm
Weight.70kg
Name.Megumi Nakaino
Birth.Venom City, 14 April
Gender.Female
Relatives.House of Nakaino
Origin.Japan
Age.23
Symbolise.Raven (means intelligence)
Likes.Ice cream, flowers, exercising
Dislikes.Sour, stupidity
Occupation.Deputy of Clubs, Junior Scientist
Hobby.Dessert tasting, reading novels, binging movies, hanging out

Jangan terkecoh dengan kepribadiannya serta penampilan seorang Megumi Nakaino. Di balik keceriaannya, masa kecil Megumi tidak bisa dikatakan menyenangkan sebab yang ia ingat tidak jauh dari kerusuhan yang terjadi di kota yang juga menimpa keluarganya. Ia tidak dibesarkan langsung oleh kedua orangtuanya, sehingga terobsesi untuk memenuhi ekspektasi semua orang di sekitarnya.

Terlahir dari keluarga Nakaino, dimana sang ayah, Saga Nakaino, adalah orang kepercayaan Renata Evans sekaligus salah satu petinggi Kota Venom di masa lampau, membuat Megumi termotivasi untuk turut mengikuti jejak kedua orangtuanya. Menjadi dewan sekaligus ilmuwan muda mungkin tidak pernah sampai di pikiran orang lain, tetapi bagi Megumi—terlepas dari latar belakang keluarga—sudah selayaknya napas baginya. Bukanlah hal sulit untuknya, terlebih kecerdasan yang dimiliki serta kegigihannya dalam menggapai mimpi, Megumi adalah sosok yang pantas untuk duduk di jabatannya sekarang. Perawakannya tidak begitu menunjukkan usianya, seolah masih seperti anak sekolah yang manis dan polos, tetapi seringkali mempertanyakan banyak hal yang membuatnya penasaran. Tidak heran, jika ia senang berkeliling kota di luar aktivitasnya di kantor dan laboratorium untuk mendapatkan inspirasi.

Eyes.Dark blue
Hair.Silver White
Height.161cm
Weight.48kg
Name.Shazana Sheikh
Birth.Shubrā al-Khaymah, 31 August
Gender.Female
Relatives.House of Sheikh
Origin.Egypt
Age.33
Symbolise.Hydra (means riches)
Likes.Vacation, nail arts, porcelain dolls
Dislikes.Mazes, snow-globes
Occupation.Deputy of Diamonds, Entrepreneur
Hobby.Self-care, meditation

Keluarga Sheikh merupakan keluarga perantau dari Mesir yang selalu berusaha untuk mengembangkan bisnisnya. Sayang, beberapa tahun perjuangan yang dilakukan sang ayah, Salazar Sheikh di Kota Venom justru jatuh ke jurang kebangkrutan yang dalam. Sang ibu, Samara, memilih untuk meninggalkan keluarga kecilnya dan fokus mempertahankan pekerjaannya sebagai seorang ilmuwan.

Tidak semua orang lahir dengan keistimewaan tertentu, begitu pun Shazana. Meskipun bukan dari keluarga yang sempurna, ia adalah orang yang perfeksionis terhadap semua yang dimiliki dan dibangun kembali. Dengan ketangguhan untuk bangkit dan berjuang menghidupkan kembali bisnis keluarga, membawanya ke dalam kesuksesan besar yang didengar oleh seluruh orang di kota. Tidak jarang ia mendengar pujian serta pujaan dari orang-orang. Terlepas dari semua hal yang telah mengangkat kembali derajatnya, Shazana merupakan sosok yang hangat dan perhatian terhadap lawan bicara serta pandai menempatkan pekerjaan dan hal pribadi, sehingga ia mampu mengontrol emosi secara garis besar. Walaupun ambisi dan balas dendam seringkali membutakan akal sehatnya, Shazana jauh lebih mengutamakan reputasi yang telah dibangunnya dari bawah.

Eyes.Black-Fuschia
Hair.Black-Purple
Height.173cm
Weight.50kg
Name.Vanessa Evans
Birth.Denver, 24 July
Gender.Female
Relatives.House of Evans
Age.22
Eyes.Blue
Hair.Blonde
Height.155 cm
Weight.47 kg
Likes.Sweets, flowers, perfume scent
Dislikes.Smoke, disrespectful person, liar
Occupation.Banker of Venom
Hobby.Knitting, baking

Terlahir tanpa kemampuan untuk berdiri dengan sepasang kaki sendiri tidak menjadi halangan bagi Vanessa, anak dari Renata Evans yang dikenal sebagai pendiri Venom bertahun-tahun lampau. Vanessa merupakan sosok layaknya matahari; ceria dan mampu menghangatkan hati orang-orang. Ia juga mudah akrab dengan khalayak dan selalu mengedepankan kebahagiaan orang lain. Namun karena sifat itu pula, ia juga naif dan seringkali membutuhkan pengakuan sebab terlalu mengkhawatirkan pandangan orang lain terhadap keadaannya. Yang Vanessa inginkan sebetulnya sangat sederhana. Ia ingin dicintai apa adanya, seperti hubungannya dengan sang bibi, Leia Evans, yang telah merawatnya sejak sang ibu meninggal dunia, sampai pada waktu ia merelakan Vanessa kembali ke kota yang dibangun oleh Renata.